melirik ke foto itu lagi, di layar hp yang lampunya seperti sengaja tetap menyala. diantara 6 mas mas yang sedang berdiri di atas ice rink itu, ada kamu diantaranya.
kamu.
ngga ada bedanya muka kamu yang ngga keliatan muda sama sekali, sama mukanya mas mas tengil, yang suka godain cewek lewat, di pinggir jalan jalan ibukota.
kamu.
dengan baju kamu yang setengah basah--aku bahkan mikir, gimana bisa baju kamu setengah basah, padahal kamu lagi dingin-dinginan diatas ice rink? tapi, kalo jeans bagian dengkul kamu itu yang basah, aku ngerti. pasti karena jatoh jatoh kan selagi kamu skating?
kamu.
dengan senyum kamu yang sangat sumringah diatas ice rink--persis seperti orang yang baru pertama kali berada disana, rambut yang acak acakan, jeans yang agak belel dan kaos yang... setengah basah. ditambah jaket yang aku yakin dipake juga selama kamu naik motor. dengan kamu yang seperti itu, mana ada orang yang mengira kalau kamu bakal ke Harvard? kalau kamu adalah mahasiswa berprestasi penerima beasiswa lima belas juta rupiah. dan kamulah mahasiswa yang mendapat kesempatan ini itu menjajal segala jabatan di organisasi organisasi terkemuka yang bergengsi. dan aku juga bakalan sangsi kalau bakal ada orang yang mikir kamu sudah pernah ke Qatar untuk international week dan akan segera ke Eropa untuk sekedar liburan. kamu.
dan yaa, aku ngga pernah ngira aku sendiri bakal jatuh diantara kenyataan dan khayalan tentang kamu. aku ngga ngerti kenapa semua tampak begitu indah ketika aku berbicara dengan kamu, dan kenapa semua begitu menggalaukan saat aku ga bisa mencuri walau sekedar tiga menit dari waktu sibuk kamu.
kamu.
si mas mas yang setahun lebih muda daripada aku, tapi tampangnya... bertahun tahun lebih tua diatas aku. hehehe.
itu kamu loh.
ya, kamu...
No comments:
Post a Comment