Ya bagus. Karena aku telah menunggu kamu untuk bilang begitu. Aku sudah berdoa agar kamu bisa merasa begitu untukku. Tapi kenapa aku ragu, ya?
Kenapa aku justru jadi ragu saat kamu bilang kamu cinta aku? Padahal itu adalah jawaban atas segala doaku. Ah, mungkin karena sedari dulu awal kita menjalin kasih lalu putus, kamu masih juga belum bisa merasa sayang padaku.
Apa sih, yang bisa membuatmu akhirnya jatuh cinta padaku?
Padahal kamu bilang dulu kamu ga bisa sayang sama aku.
Sekarang kok...?
Ah, mas Puput...
Kamu ini jawaban atas segala doaku. Perasaanmu akhirnya membalas perasaanku. Tapi aku justru mempertanyakan itu. Semoga ini tak sekedar khayalku, tak cuma mimpi, atau isapan jempol belaka.
Tetaplah mencintaiku, kapten.
No comments:
Post a Comment